Performance Klub merupakan organisasi yang menggunakan seni untuk menyuarakan berbagai dampak perubahan sosial yang terjadi. Organisasi Performance Klub meyakini bahwa setiap individu seharusnya mampu memperkuat diri masing-masing agar dapat melakukan perubahan positif dalam menghadapi krisis sosial dan lingkungan yang kita hadapi.Performance Klub is an organisation using art as a means to affect social change. The organisers of Performance Klub believe that individuals must empower themselves to make a difference in the social and environmental crisis we find ourselves in.
Berbasis di Jogjakarta, Indonesia, Performance Klub mengorganisir beberapa festival internasional setiap tahunnya. Performance Klub menggunakan festival yang dikemonah untuk memberikan perhatian dan dukungan serta melakukan analisa-analisa atas isu-isu yang memberikan berbagai dampak tidak menguntungkan namun banyak terjadi di kehidupan sosial, ekonomi, politik dan lingkungan di Indonesia yang juga terjadi di seluruh lapisan bumi.
Based in Yogyakarta, Indonesia, Performance Klub organises a number of international performance festivals each year. Performance Klub uses these festivals to bring attention, analysis and support to social, economic, environmental and political issues affecting communities in Indonesia, and by default the rest of the world.
Festival utama yang dikemonah oleh organisasi adalah Perfurbance, yang selalu diselenggarakan di lokasi rural yang berbeda-beda setiap tahunnya dimana isu festival yang diangkat berdasarkan atas isu-isu yang telah diidentifikasikan sebelumnya melalui penelitian dan diskusi dengan warga setempat sebelum festival diberlangsungkan. Festival kemudian digunakan untuk menarik perhatian dari berbagai media dan nara sumber agar membantu terselenggaranya program lokakarya dan pendidikan alternatif bagi warga setempat selama festival berlangsung dan mengupayakan program pendampingan untuk melaraskan program-program yang telah diberlangsungkan dengan warga selama 6 sampai 12 bulan setelah festival diselenggrakan. Program-program yang diberlangsungkan meliputi pemisahan jenis-jenis sampah dan sistem daur ulang, identifikasi dan penanaman bitbit alternatif, pengadaan air dan pendidikan alternatif bagi warga setempat.The organisation’s main festival, Perfurbance, is held in a different rural location every year where specific issues are identified and discussed with the local community. The festival is then used to gain media attention and resources to run workshops and educational services for the local community during the festival and to manage projects with the community for 6 to 12 months after the event. These projects involve recycling and rubbish separation, identifying and planting alternative crops, water preservation and educational services for the community.
Berbasis di Jogjakarta, Indonesia, Performance Klub mengorganisir beberapa festival internasional setiap tahunnya. Performance Klub menggunakan festival yang dikemonah untuk memberikan perhatian dan dukungan serta melakukan analisa-analisa atas isu-isu yang memberikan berbagai dampak tidak menguntungkan namun banyak terjadi di kehidupan sosial, ekonomi, politik dan lingkungan di Indonesia yang juga terjadi di seluruh lapisan bumi.
Based in Yogyakarta, Indonesia, Performance Klub organises a number of international performance festivals each year. Performance Klub uses these festivals to bring attention, analysis and support to social, economic, environmental and political issues affecting communities in Indonesia, and by default the rest of the world.
Festival utama yang dikemonah oleh organisasi adalah Perfurbance, yang selalu diselenggarakan di lokasi rural yang berbeda-beda setiap tahunnya dimana isu festival yang diangkat berdasarkan atas isu-isu yang telah diidentifikasikan sebelumnya melalui penelitian dan diskusi dengan warga setempat sebelum festival diberlangsungkan. Festival kemudian digunakan untuk menarik perhatian dari berbagai media dan nara sumber agar membantu terselenggaranya program lokakarya dan pendidikan alternatif bagi warga setempat selama festival berlangsung dan mengupayakan program pendampingan untuk melaraskan program-program yang telah diberlangsungkan dengan warga selama 6 sampai 12 bulan setelah festival diselenggrakan. Program-program yang diberlangsungkan meliputi pemisahan jenis-jenis sampah dan sistem daur ulang, identifikasi dan penanaman bitbit alternatif, pengadaan air dan pendidikan alternatif bagi warga setempat.The organisation’s main festival, Perfurbance, is held in a different rural location every year where specific issues are identified and discussed with the local community. The festival is then used to gain media attention and resources to run workshops and educational services for the local community during the festival and to manage projects with the community for 6 to 12 months after the event. These projects involve recycling and rubbish separation, identifying and planting alternative crops, water preservation and educational services for the community.